Private Practice

Memberikan pelayanan kesehatan dengan sepenuh hati dan berorientasikan mutu

 

 

Apa Itu Alzheimer

17 March 2013

Alzheimer didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana sel-sel saraf di otak mati, sehingga sinyal-sinyal otak sulit ditransmisikan dengan baik. Gejala penyakit Alzheimer sulit dikenali sejak dini. Seseorang dengan penyakit Alzheimer punya masalah dengan ingatan, penilaian, dan berpikir, yang membuat sulit bagi penderita penyakit Alzheimer untuk bekerja atau mengambil bagian dalam kehidupan sehari-hari. Kematian sel-sel saraf terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Alzheimer merupakan Kondisi lupa yang paling buruk dan berbahaya karena kerusakan jaringan saraf.

Pada penelitian di beberapa pusat kesehatan dunia, dijumpai kelompok usia di bawah 55 tahun dengan gangguan daya ingat sekitar 8% dan pada kelompok usia di atas 65 tahun, terjadi peningkatan hingga 25%, bahkan pada kelompok usia 70-80 tahun menjadi hampir 40%. Ternyata kemunduran daya ingat akan terjadi sesuai dengan peningkatan usia.

Dari gangguan daya ingat tersebut di atas, karena berbagai penyakit dapat terjadi kemunduran yang progresif yang dikenal sebagai PIKUN atau DEMENSIA. Jenis demensia ini juga bermacam-macam tergantung dari penyebabnya:

-          Bila karena gangguan pembuluh darah disebut dengan demensia vaskuler

-          Sedangkan yang merupakan akibat dari usia lanjut dikenal sebagai demensia senilis

-          Untuk yang perkembangan progresif dikenal sebagai demensia Alzheimer. Terjadi kerusakan sel saraf akibat bentukan amyloid disebut neuro tangles

  sel alzheimer

Gambar: Bentukan amyloid pada sel saraf

 

Khusus bagi penderita Alzheimer, karena perkembangan penyakitnya sangat buruk dan progresif maka kita sebaiknya berhati-hati. Demensia dapat dihambat perkembangannya, bila diketahui sejak dini.

 

Gejala umum penyakit Alzheimer meliputi:

  • Gangguan memori dan berpikir, yaitu penderita penyakit Alzheimer kesulitan mengingat informasi baru. Pada tahap akhir penyakit, memori jangka panjang menghilang, dan penderita penyakit Alzheimer tidak dapat mengingat informasi pribadi, seperti tempat tanggal lahir, pekerjaan, atau nama-nama anggota keluarga dekat.
  • Kebingungan. Penderita penyakit Alzheimer dapat tersesat ketika keluar rumah sendirian dan kadang tidak dapat mengingat dimana dia atau bagaimana dia bisa sampai disana.
  • Lupa tempat menyimpan sesuatu, seperti kacamata, kunci, dompet, dll.
  • Berpikir Abstrak. Penderita penyakit Alzheimer merasa tugas kantor atau studi-nya lebih sulit dikerjakan daripada biasanya.
  • Kesulitan mengerjakan kebiasaan sehari-hari, seperti makan, mandi, berpakaian, dll.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku penderita penyakit Alzheimer. Menjadi mudah marah, tersinggung, gelisah, atau jadi pendiam. Kadang-kadang, menjadi bingung, paranoid, atau ketakutan.
  • Penilaian yang buruk, seperti meninggalkan rumah pada malam hari yang dingin tanpa jaket atau sepatu, atau bisa pergi ke toko memakai baju tidur.
  • Ketidakmampuan penderita penyakit Alzheimer untuk mengikuti petunjuk.
  • Adanya masalah dengan bahasa dan komunikasi, seperti tidak dapat mengingat kata-kata, nama benda-benda, atau memahami arti kata-kata umum.
  • Memburuknya kemampuan visual dan spasial, seperti menilai bentuk dan ukuran suatu benda.
  • Kehilangan motivasi atau inisiatif.
  • Kehilangan pola tidur normal.

 

Kasus penyakit Alzheimer sangat bervariasi dari para penderita. Lamanya penyakit Alzheimer bisa pendek (2-3 tahun) atau panjang (hingga 20 tahun). Biasanya bagian-bagian otak yang mengontrol memori dan berpikir yang terganggu terlebih dahulu, tapi seiring waktu, sel-sel akan mati di bagian lain dari otak. Yang pada akhirnya akan menyebabkan kehilangan fungsi otak dan juga kematian.

 

Beberapa faktor resiko penyakit Alzheimer :

  1. Usia. Penuaan tidak selalu diiringi penyakit Alzheimer, namun risiko terkena penyakit ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.
  2. Riwayat keluarga atau genetika. Risiko Alzheimer akan meningkat jika ada anggota keluarga dekat (orangtua, kakak, adik, anak) menderita penyakit ini.
  3. Jenis kelamin. Perempuan memiliki risiko lebih besar dibandingkan laki-laki terkena penyakit Alzheimer. Hal ini terjadi karena sebagian besar perempuan harapan hidupnya lebih panjang daripada laki-laki.
  4. Gangguan kognitif ringan. Orang yang mengalami gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment) memiliki masalah ingatan atau gejala lain dari penurunan kognitif yang lebih buruk daripada yang seharusnya terjadi di usia mereka, namun belum cukup parah untuk didiagnosis sebagai demensia.
  5. Gaya hidup dan kesehatan jantung. Beberapa faktor risiko penyakit jantung dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer juga, diantaranya kurang olahraga, merokok, tekanan darah tinggi, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, kolesterol tinggi.
  6. Belajar Seumur Hidup (Lifelong Learning) dan Keterlibatan Interaksi Sosial. Penelitian menemukan bahwa aktivitas belajar dan interaksi sosial seumur hidup bisa mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

 

 

Jam Kerja

Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

Selasa s/d Jumat
Pagi: 09.00 - 12.00

Sore: 17.30 - 21.00

Sabtu
Pagi: 09.00 - 12.00

Pelayanan Penyakit Saraf (Neurology)

Senin s/d Jumat
Sore: 17.30 s/d 21.00 

 

Fisioterapi

Senin s/d Jumat
Sore: 17.00 - 20.00 

Sabtu
Pagi: 08.00 - 11.00

 

Pelayanan Laboratorium Klinik

Senin s/d Sabtu
Pagi: 07.00 - 11.00 

 

Twitter

 

Copyright © 2011 Private Practice. Powered by tobsite.com